Mobile Payment “Disrupsi Metode Pembayaran”

Beberapa waktu belakangan ini, masyarakat dihebohkan dengan munculnya berbagai macam promo – promo menarik yang berasal dari beberapa perusahaan startup. Sebut saja GO-PAY dan OVO. Keduanya memperkenalkan cara pembayaran berbasis ​mobilepayment dengan cara kerjasama dengan beberapa pihak untuk memberikan promo sebagai alasan untuk masyarakat menggunakan cara pembayaran mobile payment dalam kehidupan sehari-hari. Sebenarnya apa yang membuat ​mobile payment​ mulai gencar dipromosikan pada masyarakat?

Apa itu ​Mobile Payment​?

Pesatnya perkembangan teknologi ​mobile menyebabkan beberapa fitur baru mulai masuk ke dalam kehidupan masyarakat. Mobile payment atau sering disingkat m-Payment adalah salah satu cara pembayaran yang relatif baru dengan memanfaatkan ​gadget seperti ​smartphone ​dan tablet sebagai sarananya. ​M-Payment bertujuan untuk memudahkan penggunanya dalam melakukan transaksi tanpa menggunakan uang fisik. Munculnya ​m-Payment dapat menyebabkan transaksi yang seharusnya mengharuskan kedua pihak bertemu menjadi mungkin dilakukan secara online atau yang seharusnya menggunakan mesin ATM dapat dilakukan dengan menggunakan aplikasi pada ​smartphone​ penggunanya.

Di beberapa negara, penggunaan ​mobile payment sudah menjadi bagian keseharian masyarakatnya. Contohnya di Shenzhen, China, sebagian besar transaksi di kota ini sudah menggunakan metode ​mobile payment​. Hal ini meliputi pemesanan makanan dan minuman, transportasi hingga pembayaran jasa di tempat. Selain itu, di beberapa lokasi di Amerika, Amazon membuka toko bernama Amazon Go, yaitu sebuah pasar modern yang memiliki sistem terbaru. Sistem yang digunakan adalah semua konsumen harus memiliki akun Amazon dan mereka dapat langsung mengambil produk yang ingin dibeli tanpa harus mengantri untuk membayar. Dengan berjalan keluar dari lokasi tersebut, harga barang yang diambil akan langsung ditagih melalui saldo akun atau tagihan kartu kredit.

  

               Mobile Payment di Kota Shenzhen, China               

    Salah satu lokasi Amazon go di US

Kelebihan dan Kekurangan ​Mobile Payment

Banyaknya kemunculan ​mobile payment tentunya membawa pengaruh dalam kehidupan masyarakat. Salah satu kelebihan yang didapat adalah kepraktisan dalam melakukan pembayaran. Penjual tidak perlu menyiapkan uang kembalian dan prosesnya relatif lebih cepat dibanding bila menggunakan uang tunai. Kelebihan dari mobile payment ​yang lain adalah ​untuk melakukan transaksi juga tidak perlu bertemu langsung antar kedua pihak dan dapat dilakukan di lokasi masing-masing. Selain itu, semua transaksi langsung tercatat sesuai dengan yang terjadi dalam bentuk digital sehingga meminimalisir kemungkinan terjadinya kecurangan baik dari pihak pembeli ataupun penjual. 

Di luar kepraktisan yang ditawarkan, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan sebelum melakukan ​mobile payment​. Pertama adalah metode ini sangat bergantung pada koneksi internet sehingga transaksi tidak dapat dilakukan bila ​gadget tidak tersambung pada internet. Kekurangan yang tidak kalah penting adalah untuk menggunakan ​mobile banking​, masyarakat perlu mendaftarkan informasi diri ke dalam database ​platform yang digunakan. Walaupun sudah dilakukan langkah pencegahan dari pengelola platform, hal ini masih rentan diretas oleh pihak yang tidak bertanggung jawab. Hal ini dapat disebabkan kelalaian pengelola ataupun ​user itu sendiri. ​Hacker dapat mengakses informasi sensitif dari ​user​ seperti informasi data diri dan ​credit card​. 

Mobile Payment​ di Indonesia

Sistem ​mobile payment di Indonesia sendiri baru muncul pada tahun 2007 dan yang menyediakan layanan ini adalah Telkomsel dalam bentuk TCASH. Awalnya TCASH hanya digunakan untuk transaksi yang berhubungan dengan Telkomsel seperti membeli pulsa, ​top-up paket internet hingga melakukan pembayaran secara online namun masih sangat terbatas pada beberapa sarana. Kemudian berlanjut ke era ​mobile banking​. Berawal dari BCA pada tahun 2011 sebagai pelopor pertama di Indonesia, bank-bank lain ikut memunculkan aplikasinya sendiri untuk mengikuti perkembangan mobile​. Aplikasi-aplikasi ini bertujuan untuk memudahkan nasabah bank yang bersangkutan dalam melakukan transaksi yang sebelumnya hanya bisa dilakukan di mesin ATM. Perkembangannya sangat pesat hingga akhirnya nasabah bisa melakukan pembayaran tagihan belanja online​ atau tagihan listrik dan pulsa.


Sesuai dengan grafik diatas dan ​dailysocial​, baik TCASH maupun ​m-Banking sudah ada dari tahun 2007. Kemudian setelah tahun 2011, mulailah bank-bank mengeluarkan aplikasinya masing-masing untuk meningkatkan kualitas layanan pada konsumen. Hal ini menunjukkan bahwa Indonesia sudah masuk pada era ​mobile payment namun kedua metode ini pada saat itu kurang populer di masyarakat. Penyebab kurang populernya platform-platform ini adalah masing-masing hanya ditujukan untuk pengguna dari kartu telepon atau bank yang bersangkutan. Masyarakat yang tidak memiliki akun di perusahaan tersebut tidak dapat menggunakan platform yang disediakan. Selain itu, perkembangan teknologi pada saat itu masih belum pesat seperti beberapa tahun belakangan ini sehingga masih banyak fitur-fitur yang belum dapat dijalankan dengan maksimal pada masa itu. 

Persaingan Antar ​Mobile Payment​ Saat ini

Kemudian muncullah GO-PAY yang berasal dari perusahaan ​startup GO-JEK dan OVO yang berasal dari Lippo Group. Keduanya merupakan cara pembayaran yang berprinsip sama namun berbeda perusahaan. Kedua ​m-Payment ini awalnya berfungsi sebagai salah satu metode pembayaran yang memiliki ruang lingkup sebatas perusahaannya masing-masing seperti untuk membayar jasa ojek online, jasa pembelian makanan dan jasa-jasa lain yang ditawarkan perusahaan yang bersangkutan. Barulah belakangan ini, keduanya hadir sebagai metode pembayaran yang lebih luas. Dimulai dari pembayaran parkir hingga akhirnya dapat melakukan pembayaran makanan dan minuman di tempat menggunakan GO-PAY maupun OVO. Baik GO-PAY maupun OVO, keduanya memiliki metode pembayaran yang relatif sama yaitu menggunakan saldo dan ​QR code atau nomor telepon sebagai media untuk klarifikasi pembayaran. 

Kedua platform ini nampaknya cukup berhasil dalam mengajak masyarakat dan retailer​. Salah satu penyebabnya adalah kemudahan masyarakat untuk registrasi untuk menggunakan platform ini. Masyarakat dapat mendaftar hanya dengan menggunakan email dan nomor telepon kemudian mengisi saldo dengan berbagai cara. Mudahnya akses bagi masyarakat merupakan salah satu faktor penting dalam keberhasilan kedua platform ini. Selain itu, dengan banyak promo dan diskon yang ditawarkan juga membuat masyarakat tertarik untuk mencoba menggunakan platform tersebut. Dari sisi retailer​, mereka juga sangat partisipatif. Selain mendapatkan pelanggan baru, semua diskon yang ditawarkan oleh platform yang bekerja sama akan ditanggung platform itu sendiri. Sebagian besar ​retailer ​akan tetap mendapatkan harga barang secara penuh tanpa dipotong. Banyak sekali promo yang sedang terjadi pada beberapa bulan akhir tahun 2018. Sesuai dengan tirto.id, kedua platform bersaing untuk memberikan promo yang lebih baik bagi masyarakat dengan melakukan “pembakaran uang.” Persaingan yang terjadi dapat menimbulkan pertanyaan “Apa tujuan di balik semua fenomena ini?”

Dalam skala universal, tujuan dari banyaknya promo-promo yang hadir di masyarakat adalah memperkenalkan metode pembayaran ​m-Payment​. ​M-Payment dianggap akan menjadi metode utama untuk melakukan pembayaran di masa yang akan datang. Hal ini dapat dibuktikan dengan bertambahnya jumlah transaksi non-tunai di Indonesia. Berdasarkan data dari Bank Indonesia, pada tahun 2017 mencapai Rp 12,37 triliun sedangkan pada tahun 2018 hingga bulan September saja sudah mencapai Rp 31,26 triliun. Angka ini menunjukan pesatnya pertumbuhan transaksi non-tunai di Indonesia. Banyak perusahaan ,termasuk perusahaan ​startup​, yang melihat potensi pada transaksi ​mobile payment dan ikut berlomba-lomba mengumpulkan konsumen menggunakan promo yang menarik.

Namun dengan banyaknya promo, tentu akan mempengaruhi pola belanja masyarakat. Masyarakat akan menjadi lebih konsumtif karena merasa bahwa promo-promo hanya akan beredar sebentar di masyarakat. Masyarakat cenderung bukan membeli barang yang dibutuhkan melainkan membeli barang yang diinginkan. Hal ini bila terus dilanjutkan dapat menurunkan ​prestige dari brand yang mengeluarkan promo serta merusak harga pasaran yang beredar di masyarakat. 

Namun mengapa memberikan banyak promo merupakan cara yang dilakukan beberapa perusahaan? Untuk perusahaan yang memberikan potongan harga, kesan yang didapat adalah mereka melakukan gerakan “membakar uang.” Namun sebenarnya, investor juga mendukung gerakan ini. Bagi investor, ​mobile payment merupakan investasi yang layak dilakukan untuk mendapatkan keuntungan karena cepat atau lambat ​mobile payment akan menjadi masa depan dari pembayaran sehari-hari. Dengan memberikan promo, masyarakat akan menjadi lebih mudah tertarik untuk menggunakan ​mobile payment dari perusahaan yang bersangkutan. Masyarakat akan merasa perlu menggunakan ​m-Payment karena mereka akan mendapatkan sebuah keuntungan baik itu potongan harga maupun tambahan barang atau jasa gratis. Dengan keuntungan inilah, masyarakat diharapkan tertarik untuk mencoba metode pembayaran dari perusahaan dan akhirnya menjadi pengguna tetap dari platform tersebut. 

Perusahaan startup memiliki tujuan menjadi solusi dari masalah di kehidupan sehari-hari. Dengan menjadi pemimpin dalam ​mobile payment di Indonesia, dapat dikatakan bahwa perusahaan tersebut memiliki pengaruh besar terhadap perkembangan ekonomi Indonesia. Mereka secara tidak langsung dapat memberi pengaruh pada keputusan-keputusan yang akan diambil di masa depan berkaitan dengan ekonomi dan pembayaran. Tujuan dari semua perusahaan adalah mendapat keuntungan dan dengan menjadi pemimpin ​mobile payment akan memudahkan perusahaan dalam mendapat keuntungan. Kemudian sampai kapan fenomena “banjir promo” akan terus terjadi? Hal ini hanya dapat ditentukan dengan melihat reaksi dari Masyarakat Indonesia mengenai pembayaran dengan fitur ​mobile payment​.

 

Penulis: Aditya Surjawan

Ilustrator: Felix Thea

 

Sumber : 

https://www.zonkeu.com/kelebihan-dan-kekurangan-mobile-banking-sebaiknya-anda-ketahui/ https://iprice.co.id/trend/insights/wawasan-mingguan-tren-cashless-society-di-indonesia/ https://tirto.id/jorjoran-adu-bakar-uang-go-pay-dan-ovo-c8u1 https://dailysocial.id/post/perkembangan-mobile-payment-indonesia

https://blog.mokapos.com/2018/04/27/mengapa-mobile-payment-penting-untuk-bisnis-anda

https://www.bi.go.id/id/publikasi/survei/konsumen/Default.aspx https://www.go-jek.com/go-pay/kebijakan-privasi/ https://www.ovo.id/tnc

https://www.amazon.com/b?ie=UTF8&node=16008589011 Wall Street Journal