Tuan Rumah Asian Games XVIII : Penentu Titik Balik Indonesia?

Indonesia di Asian Games

          Indonesia pertama kali mengikuti Asian Games pada tahun 1951 yang digelar di New Delhi dan setelah itu terus serta berpartisipasi aktif untuk berkarya di perlombaan terbesar se-Asia tersebut hingga akhirnya menjadi tuan rumah Asian Games yang ke-4. Pada saat menjabat sebagai tuan rumah, Indonesia berhasil duduk di peringkat 2 dari 16 negara yang ikut berpartisipasi. Hal tersebut menjadi prestasi yang sangat baik dan membanggakan bagi Sang Merah Putih dan terus berlanjut menjadi negara dengan posisi 10 besar di Asian Games hingga tahun 1990. Tetapi sejalan dengan banyaknya negara yang terus berpartisipasi di Asian Games, posisi Indonesia terus tergelincir dan cenderung menurun pada tahun 1998 hingga terakhir Asian Games diadakan pada tahun 2014. 

          Pada tahun 2018, Indonesia terpilih sebagai tuan rumah Asian Games 2018 setelah Vietnam resmi mengundurkan diri sebagai tuan rumah event tersebut pada tahun 2014 karena alasan ekonomi. Sebagai tuan rumah, Indonesia berhasil menduduki posisi ke-4 dari 45 negara yang ikut serta dalam event terbesar se-Asia ini dengan hasil perolehan medali 31 emas, 24 perak, dan 43 perunggu. Hasil tersebut merupakan rekor baru yang diciptakan oleh Indonesia dalam perolehan medali emas ataupun perolehan total medali. Indonesia mampu mencapai prestasi tersebut karena kerja keras dari para atlet dan pemerintah dalam mempersiapkan event.

Persiapan Infrastruktur

          Indonesia telah membuat banyak fasilitas dan infrastruktur negara terutama di bidang olahraga. Hal ini ditujukan untuk mendukung proses latihan untuk persiapan pertandingan dan membuat para atlet Indonesia dapat berlatih dengan maksimal sesuai dengan lapangan standar internasional. Beberapa infrastruktur tersebut juga akan digunakan untuk pertandingan para atlet ajang Asian Games 2018, seperti renovasi venue GBK dan Jakabaring. Sedangkan Wisma Atlet Jakabaring dan Kemayoran ditujukan untuk para atlet Indonesia agar dapat berlatih secara efektif dan efisien karena terdapat penginapan layak, berbagai venue, dan fasilitas pendukung lainnya.

          Bukan hanya di bidang olahraga saja, tetapi infrastruktur di bidang transportasi seperti LRT juga dibangun di dua kota besar penyelenggara Asian Games ke-28, Jakarta dan Palembang. LRT tersebut belum dapat dibuka untuk masyarakat saat perhelatan Asian Games berlangsung, melainkan hanya untuk para atlet dan official saja dikarenakan keterbatasan jumlah gerbong LRT yang ada. Jalur rel LRT yang dioperasikan terbentang dari Kelapa Gading, Jakarta Utara sampai Rawamangun, Jakarta Timur. LRT juga dapat langsung masuk ke area balap sepeda Velodrome dikarenakan LRT tersambung ke arena tersebut.

Persiapan Atlet Nasional

          Dalam mencapai posisi 10 besar dalam pergelaran Asian Games ke-28, Indonesia telah mempersiapkan atlet nasional terbaiknya untuk dilatih secara fisik maupun mental. Komandan kontingen Indonesia di Asian Games 2018, Komjen Pol Safruddin, mengatakan guna meraih hasil maksimal sebagian besar atlet melakukan training camp dan tryout ke luar negeri. Setidaknya ada 70 persen atlet yang mempersiapkan diri di negara lain dari jumlah keseluruhan 1.600 atlet dan official.

          Para atlet juga melakukan pelatnas (pelatihan atlet nasional) di Jakarta maupun Palembang setelah usai menjalani tryout ke luar negeri untuk beradaptasi di lapangan yang akan digunakan. Pada pelatnas, Wisma Atlet digunakan untuk uji coba para atlet untuk menunjukkan kondisi siap tanding sesuai target yang telah ditetapkan. Bahkan Menpora akan memberikan hadiah kepada atlet yang berhasil meraih medali pada ajang Asian Games 2018 dalam bonus uang maksimal total sebesar Rp 1,5 miliar sebagai bentuk motivasi.

          Segala persiapan tersebut membuat Indonesia mencapai target yang sebelumnya sudah ditargetkan secara objektif yaitu berada di posisi 10 besar, bahkan Indonesia akhirnya menempati posisi 4 besar Asian Games 2018. Terlepas dari prestasi dan performa Indonesia sebagai tuan rumah Asian Games ke-28, tentu saja masih terdapat tantangan dan peluang yang harus dijawab sebagai titik balik Indonesia kedepannya.

 Tantangan Pasca Asian Games XXVIII :

  1. Apresiasi atlet dan pelatih nasional yang lebih nyata

         

          Para atlet dan pelatih nasional ajang Asian Games ke 28 menuai banyak apresiasi dan dukungan dari pemerintah maupun masyarakat, bahkan telah disediakan bonus besar-besaran untuk atlet dan pelatih yang mendapatkan medali perunggu, perak, ataupun emas dalam perlombaan dengan hadiah maksimal sebesar 1,5 miliar rupiah. Terlepas dari itu, jika tidak terdapat pemicu yang signifikan seperti Asian Games maka yang terjadi cenderung sebaliknya, atlet akan didepresiasi. Terdapat banyak kasus yang dialami oleh atlet Indonesia yang dulunya didukung karena capaian prestasinya yang membanggakan di event kelas dunia sebagai representasi dari Indonesia, tetapi setelah itu tidak terdapat tunjangan yang jelas dari pemerintah untuk para atlet mendapatkan kehidupan yang layak setelah pensiun dari dunia olahraga. Tetapi di ajang Asian Games 2018 kali ini, atlet Indonesia yang meraih medali akan berkesempatan diangkat menjadi pegawai negeri sipil (PNS) atau anggota Polri/TNI dengan syarat umur minimal 18 tahun dan maksimal 35 tahun. Tentu saja hal tersebut sekaligus menunjukkan kepada masyarakat bahwa dengan menjadi seorang atlet berprestasi dapat menjamin kehidupan di masa depan. Akankah Indonesia mampu menciptakan wadah pengembangan di bidang olahraga secara berkala dan sustain?

  1. Pertanggungjawaban biaya yang dikeluarkan

          Sejauh ini pengeluaran yang dikeluarkan pemerintah dalam penyelenggaraan Asian Games 2018 mencapai 45 triliun rupiah, dengan biaya paling besar digunanakan untuk pembangunan GBK, Stadion Jakabaring, Wisma Atlet, dan LRT mencapai Rp 34 triliun rupiah, dengan biaya operasional sebesar 7,2 triliun rupiah. Pencarian sponsor dilakukan dengan berbagai macam kesepakatan, sponsor dalam bentuk uang tunai, produk, atau barter kebutuhan karena anggaran yang diajukan oleh INASGOC yang kurang.

          INASGOC mengajukan dana 8,7 triliun rupiah untuk biaya penyelenggaraan Asian Games, tetapi pemerintah haya mampu menyediakan 5 trilliun rupiah sehingga INASGOC harus mencari dana tambahan dan berhasil terkumpul hanya sekitar 1,6 triliun rupiah. Penjualan tiket dan merchandise juga tidak menutup sama sekali pengeluaran negara untuk Asian Games. Dilihat dari pengalaman negara lain, event olahraga internasional dapat berdampak negatif terhadap perekonomian tuan rumah akibat menumpuknya utang dan pemanfaatan sarana olahraga yang kurang optimal.

          Hal tersebut juga disampaikan oleh seorang ahli Sport Economist, Victor Matheson, “Tidak ada orang di dunia ini yang butuh kolam dengan tempat duduk 10.000 orang atau tempat skating berbentuk oval dengan 10.000 tempat duduk”, dikutip dari Vox soal pembangunan infrastruktur untuk persiapan Olympic. Apakah pembangunan sarana GBK untuk Asian Games terlalu berlebihan dan dapat dimanfaatkan secara maksimal kedepannya?

  1. Transparansi anggaran event yang seharusnya diterapkan

          Pada tahun 2017, Jokowi menetapkan Peraturan Presiden yang salah satu poinnya bahwa alokasi anggaran penyelenggaraan Asian Games tahun tersebut dilimpahkan kepada panitia nasional INASGOC. INASGOC mulai membuat situs resmi pada 17 Januari 2017 yang sebelumnya telah mempublikasikan lima dokumen lelang tetapi lalu dihapus, sisanya hanya ada dua pengumuman lelang yang dipublikasikan melalui situs web resmi INASGOC. Pada laporan keuangan tahun 2017, BPK mendapati ada ketidaksesuaian antara penganggaran dan realisasinya sebesar Rp 712 milliar. 

          Dalam pengalaman kasus korupsi di Indonesia, umumnya penggelapan dana dimainkan seputar dokumen lelang barang atau jasa,  pencegahannya dapat dilakukan dengan prosedur transparansi dan akuntabel. Kecurigaan masyarakat terhadap kinerja INASGOC juga tergambarkan lewat data historis panitia pelaksana yang notabennya tidak kredibilitas.

Peluang Pasca Asian Games XXVIII:

  1. National branding yang terealisasikan dan berkelanjutan

          Dampak dari Asian Games secara langsung membuat Indonesia menjadi topik pembicaraan dunia. Erick Thohir menargetkan, Asian Games 2018 bisa menarik perhatian 5 miliar pemirsa. Angka fantastis itu ditetapkannya lantaran ajang olahraga tersebut akan disiarkan tidak hanya di Asia, tapi juga ke negara lain di berbagai penjuru dunia. Hal tersebut menjadikan Asian Games bukan hanya sebagai event olahraga berkelas internasional, tapi juga sebagai ajang tujuan investasi, promosi perdagangan, pariwisata, dan pengenalan budaya Indonesia. 

          Hal tersebut dapat ditunjukan lewat pembukaan dan penutupan Asian Games yang berlangsung meriah bertemakan Bhinneka Tunggal Ika dengan menyajikan berbagai budaya Indonesia ke dunia luas yang juga akan menarik turis dari mancanegara dengan keunikan budaya Indonesia yang beragam. Bahkan Indonesia mendapat pujian dari beberapa media komunikasi internasional, salah satunya adalah The New York Times.  Dalam berita berjudul Asian Games close: Indonesia Shows It’s ‘Energy of Asia, media ini menyebut upacara pembukaan 18 Agustus lalu melibatkan koreografi yang sangat kompleks.     

               

  1. Investasi jangka panjang

          Pembangunan dan renovasi yang dilakukan dalam perhelatan Asian Games 2018 tentu dimaksudkan agar Indonesia dapat merasakan manfaatnya untuk jangka panjang serta menunjang kemajuan Indonesia pada umumnya. Bukti dari investasi tersebut dapat dilihat dari sejumlah bangunan ikonik yang telah disiapkan sebelumnya saat Indonesia pertama kali menjadi tuan rumah Asian Games ke-4 yang saat ini dapat terus dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, seperti GBK, Jalan Thamrin, Jalan Gatot Subroto, Jembatan Semanggi, ataupun Patung Selamat Datang Bundaran HI.

          Infrastruktur yang sekarang sudah dibuat juga harus dimaanfaatkan secara maksimal, bukan hanya digunakan saat event besar saja. Selain diharapkan mampu mewadahi atlet dalam meraih prestasinya, pembangunan dan renovasi berbagai venue tersebut juga akan meningkatkan kualitas serta estetika bangunan menjadi representatif dan bertaraf dunia. Bukan hanya itu, infrastruktur yang telah dibuat harus mampu mengimbangi standar yang ditetapkan induk cabang olahraga tingkat internasional.

  1. Momen persatuan bangsa Indonesia dan peredam isu politik

          Bangsa Indonesia kali ini memperlihatkan persatuan dan kecintaan terhadap negaranya, masyarakat bersatu padu mendukung para atlet Indonesia yang sedang bertanding lewat layar kaca maupun secara langsung di berbagai stadion. Asian games kali ini telah menyulap bangsa Indonesia menjadi negara yang tidak kenal perbedaan dan menyadarkan kembali apa arti nasionalisme dan gotong royong. 

          Bukan hanya itu, media sosial yang tadinya ramai memperdebatkan capres-cawapres 2019 dari kubu pro-kontra Jokowi dan Prabowo mencair setelah atlet pencak silat Indonesia Hanifan Yudani Kusumah memeluk erat kedua tokoh yang maju dalam pilpres tersebut setelah berhasil menyumbangkan medali emas untuk Indonesia. Momen tersebut diharapkan mengubah pemikiran bangsa Indonesia bahwa siapapun presiden yang terpilih, ia akan membawa NKRI menjadi negara yang terus maju.

Referensi :

http://jogja.tribunnews.com/2018/07/23/menpora-siapkan-sejumlah-bonus-ini-bagi-atlet-yang-menyumbangkan-medali-di-asian-games-2018

https://www.viva.co.id/sport/gelanggang/1042347-70-atlet-asian-games-indonesia-latihan-di-luar-negeri

https://www.liputan6.com/asian-games/read/3543904/asian-games-jadi-titik-balik-pembangunan-infrastruktur-ri

https://kominfo.go.id/index.php/content/detail/10233/infrastruktur-asian-games-2018-bawa-manfaat-jangka-panjang-bagi-kemajuan-negeri/0/artikel_gpr

https://lipsus.kompas.com/pestaasia/read/2018/08/04/120000721/semua-venue-dan-infrastruktur-asian-games-2018-siap-digunakan

https://tirto.id/asian-games-2018-atlet-peraih-medali-emas-dapat-bonus-rp15-miliar-cPVK

https://tirto.id/mega-bisnis-asian-games-2018-membutakan-pengawasan-publik-cQvE

https://www.republika.co.id/berita/sepakbola/arena-olahraga/18/07/18/pc2bf4257-oca-apresiasi-upaya-indonesia-mempersiapkan-asian-games

https://www.republika.co.id/berita/ekonomi/korporasi/18/04/26/p7sa4t382-dampak-ekonomi-asian-games-diproyeksi-puluhan-triliun

https://www.kompasiana.com/jhonmiduk/592709b45a7b619c67fe39b7/apresiasi-terhadap-atlet-indonesia-masih-sekedar-omong-kosong?page=all

https://tirto.id/uang-negara-yang-tak-kembali-dari-hajatan-asian-games-cPJl

https://lipsus.kompas.com/pestaasia/read/2018/08/22/103409826/asian-games-dan-nation-branding-indonesia

http://www.neraca.co.id/article/100725/inasgoc-asian-games-2018-harus-jadi-national-branding

http://www.neraca.co.id/article/105611/apresiasi-kinerja-semua-pihak-di-asian-games

https://jalandamai.org/asian-games-2018-menyatukan-indonesia-mendamaikan-dunia.html

https://megapolitan.kompas.com/read/2018/06/23/14575161/empat-rangkaian-kereta-lrt-akan-beroperasi-saat-asian-games-2018

 

Dibuat Oleh : Matthew Gunawan                                     

Ilustrasi Oleh : Michielle Mulyani